Komponen dan Pendekatan
sistem dalam Pembelajaran
A.
Konsep perencanaan
sistem pembelajara
1. Pengertian perencanaan pembelajaran
1. Pengertian perencanaan pembelajaran
Menurut toeti soekarno
dalam Afandi (2009:148) perencanaan pembelajaran sebagai usaha untuk
mempermudah proses belajar mengajar sehingga perlu perencanaan pembelajaran.
Perencanaan pembelajaran dapat dikatakan sebagai pengembangan yang merupakan
sistem yang terintegrasi dan terdiri atas beberapa unsur yang saling
beriteraksi. Kemudian, Nana sudjana dalam Afandi 2009:148) menjelaskan bahwa
perencanaan pembelajaran merupakan kegiatan memproyeksikan tindakan apa yang
akan dilaksanakan dalam suatu pembelajaran yaitu dengan mengkoordinasikan
(mengatur atau merespon) komponen-komponen pembalajaran, sehningga arah kegiatan(tujuan),
isi kegiatan, (materi), cara penyampaian kegiatan (meteode dan teknik, serta
bagaimana mengukuranya (evaluasi) menjadi jelas dan sistematis.
Berdasarkan pendapat para
ahli diatas dapat saya simpulkan bahwa perencanaan pembelajaran adalah usaha
yang dilakukan untuk mempersiapkan unsur-unsur dalam pembalajaran sehingga
pembelajaran tercapai dengan maksimal sesuai dengan tujuan pembelajaran.
2.
Prinsip
perencanaan pembelajaran
Beberapa prinsip perencanaan pembelajaran, menurut
segala (2003):
a. Menetapkan apa
yang akan dilakukan oleh guru, kapan dan bagaimana cara melakukannya dalam
implemetasi pembelajaran.
b. Membatasi sasaran
atas dasar tujuan intruksional khusus dan menetapkan pelaksanaan kerja untuk
mencapai hasil yang maksimal melalui proses target pembelajaran
c. Mengembangkan alternatif-alternatif
yang sesuai dengan strategi pembelajran
d. Mengumpulkan dan
menganalisis informasi yang penting untuk mendukung kegiatan pembelajaran
e. Mempersiapkan dan
mengkomunikasikan rencana-rencana dan keputusan-keputusan yang berkaitan dengan
pembelajaran kepada pihak yang berkepentingan.
3.
Karakteristik
perencaanan pembelajaran
Menurut banghurt dan
trull dalam Fatimah (2015) menjelaskan terdapat beberapa karakteristik
perencanaan pembelajaran
a.
Merupakan proses
rasional, sebab berkaitan dengan tujuan sosial dan konsep-konsepnya yang
dirancang oleh banyak orang.
b.
Merupakan kinsep
dinamik, sehingga dapat dan perlu dimodifikasi jika informasi yang masuk
mengharapkan demikian.
c.
Perencanaan
terdiri dari beberapa aktivitas aktivitas itu banyak ragamnya, nemun dapat
dikategorikan menjadi prosedur-prosedur.
d.
Perencanaan
pengajaran yang berkaitan dengan sumber dana, sehingga harus mampu mengurangi
pemborosan, duplikasi, salah penggunaan dan salah dalam manajemennya.
4.
Manfaat perencanaan
pembelajaran
Darwyn syah dalam Fatimah
Mengemukakan 6 manfaat perencanaan antara lain:
1.
Sebagai dasar alat
control pada petunjuk arah kegiatan dalam mencapai tujuan
2.
Sebagai pola dasar
mengatur tugas dan wewwenang bagi setiap unsur yang terlibat dalam kegiatan.
3.
Sebagai pedoman
kerja bagi setiap unsur, baik unsur guru maupun unsur murid
4. Sebagai alat ukur
efektif tidaknya suatu pelajaran, sehingga setiap saat diketahui ketepatan dan
lemanbatan kerja
5.
Untuk bahan data
agar tejadi keseimbangan kerja
6.
Untuk menghemat
waktu, tenaga alat-alat, dan biaya.
B.
Pendekatan Sistem
dalam Pembelajaran
1.
Pengertian Sistem
Menurut Anastasi Lipusari
(2013:27) Sistem merupakan suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang
saling berhubungan, berkumpul dan bekerja sama untuk melakukan suatu kegiatan
atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu. Sedangakan Jugianto dalam yuliawana
dkk (2013) mendefisikan sistem sebagai pendekatan prosedur dan pendekatan
komponen. Dengan pendekatan prosedur, sistem didefinisakan sebagai kumpulan dari
prosedur-prosedur yang mempunyai tujuan tertentu.
Dari pendapat para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa sistem merupakan kumpulan dari prosedur yang berkerja sama untuk mencapai tujuan tertentu.
Dari pendapat para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa sistem merupakan kumpulan dari prosedur yang berkerja sama untuk mencapai tujuan tertentu.
2.
Pengertian Pendekatan
Sistem
Menurut Salama (2016)
pendekatan sistem diartikan sebagai suatu cara berpikir dengan menggunakan
konsep sistematik dan sistemik (menyeluruh). Pendekatan sistem juga dikatakan
sebagai metode untuk mendeskripsikan suatu objek yang dideskripsikan, meliputi
bagaiamana hubungan antar komponen yang satu dengan komponen yang lainnya yang
menunjuk pada suatu hasil secara keseluruhan alat atau teknik yang dirancang
utuk memahami suatu sistem.
Dari pendapat diatas
dapat disimpulkan bahwa pendekatan sistem adalah cara seseorang berpikir
untuk melakukan suatu tindakan dengan menggunakan komponen yang sistematis.
3.
Pembelajaran Sebagai
Suatu Sistem
Pembelajaran sebagai suatu
sistem tersusun atas berbagai komponen. Komponen-komponen pembelajaran tersebut
terdiri dari tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, metode pembelajaran, media pembelajaran, dan evaluasi
pembelajaran. Kelima komponen tersebut
saling berkaitan dan terpadu satu sama lain. (Rusman dkk dalam Sumirat, 2016: 1)
Pembelajaran merupakan
suatu sistem, yang terdiri atas berbagai komponen yang saling berhubungan satu
sama lain. Komponen tersebut meliputi: tujuan, materi, metode dan evaluasi. Keempat
komponen pembelajaran tersebut harus diperhatikan oleh guru sebelum memilih dan
menentukan model-model pembelajaran yang akan digunakan. (Rusman dalam
sembiring 2013:1).
Dari pendapat ahli diatas
dapat disimpulkan bahwa pembelajaran sebagai suatu sistem merupakan komponen
yang tersusun atas tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, metode
pembelajaran, media pembelajaran, evaluasi pembelajaran yang memiliki sasaran
yang sama.
4.
Manfaat Penerapan
Pendekatan
a. Dapat memecahkan
masalah-masalah yang dihadapi dalam kegiatan perencanaan pembelajaran
b.
Menghasilkan
rumusaan rencana pembelajaran yang bermutu
c.
Dapat menyusun
sistem pembelajaran yang efektif dan efisien
Tidak ada komentar:
Posting Komentar